Skip to main content

Posts

Rajin pangkal pandai

Istilah rajin pangkal pandai sangat familiar bagi kita, terutama yang mengalami masa-masa sekolah dasar (SD) seperti saya dulu dimana semua buku pelajaran harus diberi sampul warna coklat bertuliskan kata-kata bijak. Kadang satu sampul bertuliskan -rajin pangkal pandai-. Sampul lain bertuliskan -malas pangkal bodoh- atau -hemat pangkal kaya- dan lain sebagainya. Anyway, saya tidak ingin membahas sampul-sampul coklat tersebut. Hanya saja saat ini saya mengalami masa-masa yang membuat saya kemudian mengingat kembali istilah-istilah tersebut. Akhir-akhir ini saya benar-benar dibuat pusing dan gelisah dengan pelajaran kuliah saya. Banyak sekali pelajaran yang saya terima dan tidak mampu saya mengerti. Tentu saja saya sudah berusaha mengamalkan -rajin pangkal pandai- yang sudah saya yakini sejak masa sekolah. Tak ketinggalan pesan-pesan motivator untuk selalu berfikir positif dan tak pernah menyerah juga sudah diamalkan, seoptimal mungkin tentunya. Hanya saja, menjadi rajin itu susa...

I am Indonesian, I speak Indonesian

Saat pelajaran berlangsung, seorang mahasiswa Indonesia yang lagi kuliah di Belanda bernama “Ai” mengetahui bahwa orang yang duduk di sebelahnya berasal dari Suriname. Sudah lama Ai penasaran dengan negara yang terletak di Amerika Selatan itu karena konon banyak  warganya yang berasal dari Indonesia (Jawa khususnya-tempat Ai dilahirkan).  Mulailah Ai menyapa orang di sebelahnya: Ai :  "Hi, my name is Ai, I come from Indonesia. Do you come from Suriname"? As : "Hi, my name is As" Ai : "I heard that a lot of Surinam are initially come from Indonesia and speak Javanese".         "Do you speak Javanese?" (setengah memaksa, pdhl tuch Surinamese berwajah India          banget) As : "Yes, you right, a lot of Surinamese speak Javanese, but unfortunatelly I’m not part of           them" Ai : (walaupun udah nyangka sebelumnya, tetap merasa kecewa :D) As : As melanjutkan. "Our country i...

Memilih Universitas dan Jurusan S2 ke Luar Negeri

Bagi anda yang memang sudah merencanakan jauh jauh hari untuk kuliah di Luar Negeri, mungkin tidak mengalami masa-masa membingungkan harus mendaftar di universitas mana dan mengambil jurusan apa. Tapi buat anda yang galau (maklum lagi jamannya hehe..) dan sama sekali belum punya gambaran, memilih universitas bagaikan mencari jarum di tumpukan jerami. Belum lagi mikirin biaya yang dibutuhkan..hmmm.. Coba dech baca tips dibawah ini, siapa tahu bisa membantu anda. Memilih Universitas dan Jurusan Tentukan jurusan dan negara tujuan anda. Bagi anda yang membiayai sendiri kuliah anda, anda bisa melakukan survey negara mana yang memberlakukan biaya pendidikan yang murah. Beberapa negara maju di Eropa, menawarkan biaya pendidikan yang sangat murah bagi siswanya termasuk International Student ;     Pilih universitas. Web-web berikut ini mungkin bisa membantu untuk melihat ranking universitas:  -          THE World University Ranki...

Potongan harga untuk Kacamata oleh Askes

Baru baru ini saya punya teman baru bernama ‘Visi’ , kacamata minus yang saya beli dengan fasilitas potongan harga dari Askes.   Meskipun beberapa teman yang setelah mendapat informasi tentang rentetan tatacaranya banyak yang berpendapat bahwa proses nya terlalu rumit, tapi tak ada salahnya saya tetap berbagi bagaimana mendapatkan kacamata dengan potongan harga dari Askes dan berapakah besarnya. Pertama, bagi yang belum pernah sama sekali menggunakan kartu Askes anda, berikut adalah cara mengaktifkannya (khususnya buat yang bekerja di luar kota asal): Langkah pertama adalah melapor di Askes setempat. Bagi anda yang punya KTP dan domisili di tempat yang sama tentunya tidak akan jadi masalah, tapi buat yang harus berpindah ke daerah lain, pastikan anda melapor pada kantor ASKES yang berada diwilayah puskesmas tujuan anda (dengan membawa kartu askes yang sudah anda miliki tentunya); Anda akan mendapatkan surat dari ASKES yang ditujukan untuk Puskesmas tujuan anda; Langk...

Mengejar ODOA :)

Mungkin anda sudah sering mendengar istilah atau bahkan terinspirasi dengan ODOA yang merupakan akronim dari One Day One Ayat yang dipopulerkan oleh salah satu ustadz yang juga pengusaha handal Yusuf Mansur. Bagi saya sendiri, ODOA ini benar-benar membuat saya mikir “iya ya... apa susahnya meluangkan sepersekian jam dari waktu kita untuk menghafal petunjuk pelaksanaan hidup itu sendiri”. Tentunya memahami dan melaksanakan Al-Qur’an adalah tujuan utama, diawali dengan menghafal dan mengulang, diharapkan sedikit demi sedikit kita akan mematutkan diri. Sebenarnya, pada dasarnya saya merasa kemampuan mengingat saya semakin memburuk (kemungkinan karena faktor usia - ;). Pada awalnya saya ngebatin “waduh, kepalaku aja kalo nggak nempel mungkin aku tinggal hehe..., masak bisa aku ngapal”. Tapi saya lalu ingat, Al-Qur’an, sebagai mu’jizat terbesar Nabi Muhammad SAW adalah petunjuk hidup yang oleh Sang Maha Pencipta memang diciptakan untuk dipelajari so, memang salah satu keistimewaan Al...

IELTS atau IBT TOEFL?

Apakah IELTS dan TOEFL? Test of English as Foreign Language (TOEFL) dan International English Language Testing System (IELTS) sebenarnya memiliki fungsi sama yaitu untuk mengukur kemampuan seseorang dalam berbahasa Inggris. Biasanya digunakan sebagai salah satu persyaratan jika kita ingin melanjutkan study (khususnya ke Luar Negeri) ataupun untuk kepentingan pekerjaan. Kita tahu saat ini banyak perusahaan mempersyaratkan kemampuan berbahasa internasional dalam perekrutan karyawan. So, lets check it out     TOEFL, terasa lebih dikenal di Indonesia. Yang umum dipersyaratkan di Indonesia baik untuk masuk universitas maupun melamar pekerjaaan adalah PBT TOEFL . Tahun 2005, PBT TOEFL ini kemudian disempurnakan menjadi IBT TOEFL dengan materi yang tentunya lebih sempurna. Sampai saat ini PBT TOEFL masih digunakan di di Indonesia baik dalam persyaratan study maupun pekerjaaan. Negara negara lain terutama yang tidak berbahasa Inggris juga masih menerima PBT TOEFL. Sedang...

Difersifikasi Pangan. Try it :)

Akhir-akhir ini iklan layanan masyarakat bertema diversifikasi pangan sering muncul di media televisi. Iklan yang di sponsori oleh Kementerian Pertanian dan BPPT ini menghimbau kepada masyarakat yang selama ini mengonsumsi nasi sebagai makanan pokok untuk mulai membiasakan diri mengkonsumsi bahan pangan lokal seperti sagu, singkong, talas, dll. Diversifikasi pangan bukan berarti meninggalkan konsumsi beras sama sekali tetapi mengkombinasikan beras dengan bahan pangan sumber karbohidrat lain. Indonesia saat ini memiliki ketergantungan yang sangat tinggi terhadap beras dan harus mengimpor hingga 2,75 juta ton pada tahun 2011 padahal kita kaya akan sumber karbohidrat lokal. Dengan mengkonsumsi sumber pangan lokal diharapkan Indonesia tidak bergantung pada negara lain dan siap menghadapi krisis pangan global yang diperkirakan terjadi sepanjang tahun 2013 sebagai akibat dari kekeringan yang kemungkinan terjadi di beberapa negara penghasil pangan.   Singkong merupakan salah sat...