Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Wageningen

Hello Wageningen # Ujung Mozaik # Pulang

Saat menulis tulisan ini saya telah berada di tempat yang berjarak ribuan kilo dari Wageningen, dan kembali dilenakan oleh hiruk pikuknya megapolutan Jakarta. Saya sebenarnya telah lama berencana untuk menutup episode "Wageningen" yang sempat saya tulis, terlebih ada beberapa email yang menanyakan saya ini masih di Wageningen apa nggk. Dan akhirnya baru 8 bulan kemudian terlaksana. Thanks by the way yang sudah mampir ke blog saya dan sempet berkorespondensi tentang pengalaman saya saat berkuliah di sana, semoga saya tidak memberi petunjuk yang menyesatkan. Saatnya saya mengucapkan perpisahan pada epic Wageningen tercinta dengan uraian air mata 😭😭😭 #halah Sebaiknya saya nulis apa yah #LoL# Mmmm.... saya akan sedikit mengulas tentang study saya, terutama thesis saya, dan juga tempat tinggal saya aja yah secara ringkas. Saya bagi per chapter aja kali ya #macam thesis aja ;p Chapter 1: Kuliah Saya Geo-information Science adalah pilihan saya saat mendaftar ke Universitas ...

Hello Wageningen # Barang yang perlu dibawa saat datang ke Belanda

Bagi yang mau belajar di luar negeri mungkin akan merasa bingung tentang barang apa saja yang perlu dibawa. Nah, ini adalah pendapat saya tentang barang yang perlu dibawa dan atau tidak perlu dibawa saat berangkat studi ke luar negeri. 1. Mari kita mulai dengan dokumen2 yang diperlukan. Pastikan telah lengkap dan jangan sampai ada yang ketinggalan 2. Kopor (ya iyalah ;p). Saran saya, bawalah kopor yang kuat, model apa saja asal kuat (saya pribadi prefer yang hardcase). Mungkin kita akan merasa sayang membelanjakan uang untuk kopor yang berkualitas, padahal hanya akan kita gunakan sedikit kali (mungkin hanya 2 x). Akan tetapi ingat, kita akan bepergian ke bagian lain dunia. Jika ada kerusakan sedikit saja pada kopor kita (misal: roda macet), akan membuat kita sangat kerepotan. Ditambah lagi, disini sangat susah menemukan porter yang bersedia membantu kita hanya dengan 30rb perak. 3. Bagaimana dengan makanan? Bawa saja, tapi nggak perlu berlebihan PENTING!! mungkin anda perlu m...

Hello Wageningen # Adaptasi dan modifikasi makanan lokal

Note: yang saya maksud dengan makanan lokal adalah makanan yang mudah di temui di supermarket ataupun pasar setempat Saya selalu berada di urutan depan yang menyetujui bahwa mengkonsumsi makanan lokal, somehow, merupakan tindakan yang sangat bijak, plus tentunya bernilai ekonomis alias lebih murah yang pada akhirnya akan mengurangi kecepatan menipisnya kantong kita hehe.. well, walaupun tidak selamanya produk lokal selalu lebih murah sih... Saya punya argumen untuk opini saya diatas: kenapa bijak?  - pertama: karena dengan mengkonsumsi makanan lokal berarti kita turut peduli lingkungan. Kok bisa? Iya dong, dari sektor transportasi saja misalnya, produk lokal memerlukan jarak pengiriman yang relatif pendek yang berarti juga menghabiskan lebih sedikit fuel. Bandingkan dengan bahan bakar yang dibutuhkan oleh produk yang harus di datangkan dari tempat dengan jarak ratusan km. - kedua: makanan lokal dijamin lebih fresh, karena memerlukan waktu lebih pendek dalam hal durasi penyim...

"Culture shock" yang bikin senyum simpul

Gara-gara perbincangan dengan teman-teman di Jakarta tentang kloset yang mampet, saya jadi ingat beberapa hal kecil -yang bisa dianggap tidak penting- yang dilakukan dengan cara yang berbeda antara di Indonesia dan di negeri Raja Willem-Alexander ini. Ini bukan benat-benar culture shock yang susah diterima sih, paling-paling hanya memerlukan kernyitan di dahi, bahkan bisa menghasilkan senyum simpul atau kalo enggak minimal menghasilkan kata :"oooooo" dalam hati ;) 1. Saat masuk ke toilet di Tanah Air, anda akan menemui tulisan dengan huruf Bold Capital bertuliskan "DILARANG MEMBUANG TISU KE DALAM KLOSET' iya kan? Anehnya, di negeri kincir angin ini, setelah digunakan tisu akan dibuang ke dalam kloset untuk kemudian disiram. Teman saya bahkan punya pengalaman saat dia datang pertama kali ke Belanda berombongan dalam rangka menghadiri sebuah seminar di sebuah Universitas, mereka sempat di protes oleh petugas kebersihan. Alasannya, tempat sampah di toilet me...

Hello Wageningen #3# Sistem Belajar # Master

Di Indonesia, kita mengenal sistem belajar per semester. Ada lagi kalau dulu pas masa sekolah, sistem catur wulan :). Di Wageningen ini kita akan dikenalkan dengan sistem belajar per periode. Kalau kita terbiasa dengan sistem penilaian kuliah dalam bentuk SKS (sistem kebut semalam ;p), di Wageningen menggunakan ECTS (European Credir Transfer System). Berikut ini catatan saya tentang perbedaan sistem perkuliahan tersebut:   Suatu kampus di Indonesia J Universitas Wageningen Lama Belajar 2 tahun 2 tahun Sistem penilaian SKS 1 mata kuliah bernilai 2 sampai 3 sks ECTS 1 mata kuliah rata-rata bernilai 6 ects Sistem belajar 1 tahun dibagi 2 semester. Beban sks akan tergantung dengan IPK yang diraih pada semester sebelumnya. Jumlah sks yang bisa diambil pada semester berikutnya berbanding lurus dengan nilai IPK semester sebelumnya. 1 tahun d...

Hello Wageningen #2# Urusan Administrasi dengan pihak Kota#BSN#Gementee

Begitu urusan administrasi sekolah dan tempat tinggal beres, sebaiknya kita segera melapor ke Kecamatan yang disini disebutnya Gemeente atau Municipality (bahasa Inggris) yang akan memberi kita  security number  atau dalam istilah Belanda adalah Burgeservicenummer (BSN) . Walaupun tidak ada batas keterlambatannya, BSN ini sangatlah penting karena segala layanan publik yang kita butuhkan akan mensyaratkan BSN ini dalam setiap aplikasinya seperti buka rekening bank, bikin OV Chipkaart (kartu buat transportasi umum), residen permit, dll.  Dalam rangka mendapatkan BSN inilah fotocopy legalisir Akte Lahir kita dibutuhkan. Kabarnya tidak semua kota di Belanda mensyaratkan akte lahir dalam mendapatkan BSN, tapi Wageningen adalah salahsatu yang mensyaratkan.  Prosedur pelayanan pemberian BSN sendiri professional dan umumnya tidak memakan waktu yang lama. Anda hanya perlu datang ke kantor Gementee tempat anda tinggal (m ahasiswa Wageningen biasanya tinggal di salah satu wi...

Hello Wageningen #1#Menuju Kampus Wageningen

Mungkin saat pertama dengar Wageningen, yang terbayang adalah sebuah kota kecil di Pulau Jawa yang terletak antara Poningen dan Leginingen ;).   Wageningen ini memang berada di pedesaan dan kaya dengan produk pertanian. Tapi ini bukan sebuah desa di Jawa melainkan sebuah kota kecil di Belanda atau bahasa internasionalnya the Netherlands. Wageningen University (WUR) sendiri adalah universitas di Belanda yang fokus ke 'healthy food and living environment' dan merupakan universitas yang cukup diakui di bidangnya. Bagi yang ingin belajar di kampus ini, tulisan ini mungkin bisa bermanfaat. Edisi kali ini dibahas rute transportasi umum menuju kampus serta sekilas gambaran tentang hari pertama di kampus. Here we go... Jarak dan Transportasi dari Bandara Schiphol (Amsterdam) ke Kampus Wageningen Setelah turun dari bandara Schiphol Amsterdam dan menyelesaikan semua urusan administrasi, di area yang sama kita bisa menemukan stasiun kereta ...

Study Abroad or Study Abot* :))

Warning!! tulisan ini tidak berlaku bagi anda yang teridentifikasi cerdas, terlebih lagi anda yang teridentifikasi jenius. Belajar ke luar negeri saat ini bukan sesuatu yang langka lagi. Banyak pihak menawarkan beasiswa dengan persyaratan yang bisa dibilang "friendly". Negara maju biasanya menjadi tujuan belajar bagi siswa dari negara miskin-berkembang dengan harapan dapat mengadopsi ilmu dan tehnologi negara maju. Anyway, inti cerita disini bukanlah lulus seleksi beasiswa dan seleksi masuk perguruan tinggi itu sendiri. Tapi yang paling penting adalah bagaimana strategi kita untuk selalu siap menghadapi segala kemungkinan di babak baru menyenangkan (anggap saja begitu :D) yang akan kita jalani kedepan. Well, setiap orang pasti punya cara masing-masing untuk menghadapi tantangan ini. Mau tahu bagaimanakah nasip orang biasa atau pas-pasan alias ordinary people, menjawab tantangan ini? Begini inilah jadinya: Pra keberangkatan: Ragu-ragu, gelis...