Skip to main content

Posts

On my way to work # Mei 2019 #Demo Massa #pasca Pilpres

21 Mei 2019 Tidak ada yang spesial hari itu, rutinitas dimulai dengan berangkat ke tempat kerja. Suasana pagi hari di tempat kerja kurang lebih sama, tidak ada sesuatu luar biasa untuk dikenang. Tentang didirikannya posko polisi di sekitar Thamrin juga telah menjadi pemandangan biasa, karena kurang lebih 10 hari terakhir ini sudah beberapa kali ada demo di depan Bawaslu, sehingga memang perlu pengamanan lebih. Tapi hari ini akan menjadi spesial karena dini hari tadi menjelang waktu sahur, KPU telah mengumumkan pemenang Pemilu 2019, sedikit lebih maju dari jadwal semula... Menjelang siang, terlihat massa sudah mulai memenuhi perempatan Thamrin. Kebetulan tempat kerja saya sangat dekat dengan lokasi massa berada. Beberapa rekan yang rumahnya jauh memilih untuk pulang lebih cepat dari biasanya, karena akses di sekitar tempat kerja memang sudah mulai ditutup. Saat pulang kantor, massa sudah memenuhi perempatan Thamrin. Saya ingat waktu itu suasana termasuk kondusif. Saya bisa melewati...

MRT Jakarta #Ratangga#Day45

Saat MRT memulai ujicobanya tanggal 12 Maret 2019, saya salah satu orang yang merasa " excited"  dengan beroperasinya moda baru ini. Saya sendiri mungkin akan menggunakan transportasi ini sesekali saja, karena kebetulan jalurnya tidak bersinggungan dengan jalur harian saya. Nah, kebetulan pagi ini tugas ada ke suatu tempat yang berdekatan dengan stasiun MRT, so mari kita lihat perkembangannya sampai saat ini Jumlah Halte Saat ini, hanya terdapat satu jalur yang membentang dari Jakarta Pusat hingga Jakarta Selatan, dengan total 13 Halte : Bundaran HI - Dukuh Atas - Setiabudi - Bendungan Hilir - Istora - Senayan - ASEAN - Blok M - Blok A - Haji Nawi - Cipete Raya - Fatmawati - Lebak Bulus . Dari 13 halte ini, 6 diantaranya dibawah tanah, sisanya diatas permukaan tanah. Kedepannya, akan dibangun MRT fase 2 dengan jalur Bundaran HI (Jakarta Pusat) sampai Kota (Jakarta Utara) yang direncanakan baru beroperasi tahun 2024. Sistem Pembayaran dan Tarif Pembayarannya bisa menggu...

A thought #pilih yang mana? #pilpres 2019

Bahkan saat H-1 saya masih belum tahu mau pilih yang mana. Pada dasarnya saya termasuk bagian yang tidak begitu concern tentang pemilu. Sejak dimulainya pemilihan langsung tahun 2004, sampai dengan tahun 2014 saya hanya berpartisipasi alakadarnya. Terus terang beberapa diantaranya saya tidak menggunakan hak pilih saya (karena sudah terprediksi pemenang telak, jadi saya merasa suara saya jd ga penting :D). Pemilu-pemilu tersebut bisa dibilang membanggakan karena bisa terselenggara dengan damai dan demokratis. Tahun 2019 ini saya merasa agak khawatir, kok rasanya kampanye dua kandidat ini telah menciptakan semacam gempa yang membuat bumi Indonesia beserta orang-orang diatasnya terbelah jadi dua dipisahkan oleh jurang yang lumayan lebar jaraknya. Sisi positifnya si, karena kekhawatiran tersebut saya jadi lumayan peduli pada pelaksanaan pemilu 2019 ini. Saya ikut nonton debat-debatnya. Saya juga mau repot untuk menggali informasi tentang track record, visi, kecenderungan ideologi, etik...

Kereta ke Bandara Soekarno-Hatta

Begitu tahu ada moda transportasi baru untuk ke bandara, saya langsung penasaran mencobanya. Jadi begitu ada kesempatan ke bandara, langsung deh saya coba moda transportasi yang diresmikan Presiden RI pada 2 Januari 2018 kemarin. Sistem pembelian tiket kereta menggunakan metode duit-less atau istilah benarnya cashless , jadi bagi yang mau nyoba kereta bandara, pastikan bawa kartu yang bisa digunakan untuk membayar. Masuknya menggunakan sistem boarding seperti yang telah diterapkan di PT. KAI. Proses pembelian tiket dengan sistem self service, untuk yang belum bisa banyak petugas yang standby dan siap membantu kita.     Pastikan untuk cek jadwal dulu sebelum berangkat di  https://www.railink.co.id/jadwal-kereta Kemarin saya agak kecele gitu gara-gara kebiasaan grasa grusu tanpa liat jadwal berangkat ke stasiun. Karena diberlakukan sistem boarding, jadi kita ga bisa menggunakan sistem asal lompat ke kereta. Kayak yang saya alami kemarin, dimana saya ga bisa...

Ayo Donor Darah

Baru-baru ini saya dibuat bangga oleh diri saya sendiri (*apa sih) karena telah berhasil mendonorkan darah saya. Ini menjadi spesial bagi saya karena setelah mendaftar sebagai donor sebanyak 4 kali, akhirnya saya berhasil juga. Sebelumnya saya pernah mengalami kegagalan total sebanyak 3 kali. Kalo saya ingat ingat, pertama kali mendonor (masih kuliah) saya ditolak karna berat badan saya kurang memenuhi syarat, *yang nggak akan mungkin terjadi di masa sekarang, hahaha....* Kadang kadang pembengkakan tubuh itu sangat bermanfaat. Donor darah kedua saya terkendala dengan tekanan darah saya yang di bawah normal. Saya ingat waktu itu Ellie teman saya donor (jadi kengen Elli :)) sempat ngejekin karna saya gagal seleksi, padahal waktu kuliah saya termasuk mahasiswa yang suka tidur (lah... apa hubungannya) dan sering berolahraga outdoor . Harapan saya kembali sirna saat ikut seleksi untuk ketiga kalinya. Kali ini karna kadar HB saya yang terlalu rendah. Akibat kegagalan berturut-turut ter...

Balada Boredom #Bosan

Pernah ngerasain kebosanan tingkat dewa ga si? pernah kaaann??? pasti pernah lah yaaa *maksa Pada suatu hari, saya dalam situasi yang sangat sulit yaitu merasa bosan pake banget. Untung saya cepat sadar kalau lagi bosan, jadi saya searching-searching di internet tentang kebosanan. Ceritanya nyari teman gitu ... Rujukan pertama tentunya adalah situs yang biasanya otomatis saya buka pertamakali ...wikipedia: https://en.wikipedia.org/wiki/Boredom. Dari wikipedia ini saya bisa mendapatkan segala irformasi tentang kebosanan, mulai dari definisi, penyebab, hingga ringkasan pendapat dan penelitian tentang perilaku kebosanan. Selanjutnya saya terutama tertarik pada 2 tulisan. Yang pertama adalah  https://www.livescience.com/41725-new-boredom-discovered.html . Tulisan ini melihat dari sisi psikologis dengan menklasifikasikan tanda-tanda dan tipe-tipe kebosanan. Terdapat 5 tipe kebosanan yang diperoleh berdasarkan penelitian terhadap 63 Mahasiswa dan 80 murid SMA di Jerman. Masing-...

Menuju Ibu Ibu

Akhir-akhir ini saya sering mengalami kejadian yang bikin saya menghela nafas. Kejadian itu bisa terjadi kapan saja, misalnya saat saya membeli makan, saat antri di kasir supermarket, saat dibukain pintu oleh satpam di sebuah bank, saat bertemu dengan mahasiswa magang di kantor dan banyak saat-saat lainnya. Awalnya kejadian tersebut membuat saya berada dalam posisi - on denial - dengan ekspresi mata terbelalak, mulut mangap, kening berkerut. Walaupun begitu pada akhirnya saya bisa menerima semuanya dengan lapang dada. Ternyata memang dibutuhkan kesiapan mental dan keberanian yang tinggi untuk menerima sebuah kenyataan. Jadi begini ceritanya. Pada saat-saat yang saya sebutkan diatas, kasir supermarket, satpam bank, penjual makanan, mahasiswa magang, semuanya itu manggil saya dengan panggilan "Bu". Trus masalahnya dimana? Kenapa kok pake menghela nafas segala? Rupanya ibu satu ini masih belum move on dari ke -mbak/ kakak- annya. Jadi pas dipanggil "Bu" merasa ngg...