Skip to main content

Posts

Ngadepin preman jalanan

Waktu itu si saya baru nyampe Jakarta abis kondangan ke bandung. Ceritanya si saya PP Jakarta - Bandung pake travel, and nyampe di ibu kota lagi udah hampir tengah malam. Pas lagi harap-harap cemas nunggu jemputan pulang (#halah jemputan!! Maksudnya si abang ****car wkwk) Eh, sopir saya nelpon |#pake belaguk punya sopir pulak lol ;)| kalo dia nggak bisa ngejemput sampai ke dalam parkiran karena di cegat and nggak di bolehin masuk ama preman yang lagi jaga. Jadilah si saya ngalah dan berjalan kaki nyamperin jemputan. Begitu si saya masuk ke mobil, ternyata si preman masih memantau pergerakan and langsung nyamperin, Malak!!!. Wah!!! Lalu apakah tindakan yang harus saya lakukan. Coba ya, si saya bisa kayak di film-film itu, yang tak gentar membela kebenaran dan keadilan. Coba saya bisa hajar tuch preman and ceramahin kalo perbuatannya itu tidak benar dan merugikan banyak orang. Trus dia tobat and nyembah-nyembah saya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Tapi gaes, tau kan ...

Apply visa to the UK from the Netherlands (for Student)

As non european citizen, living in one of european countries give you an opportunity to travel to other euro countries (EU) within schengen area, not including the UK. Well, should we go to the UK? Aren't there so many gorgeous places within EU that we can explore?. Well, everyone has a reason. For me, it's mainly because a lot of novels I've read were took places in the UK, makes me really want to see those places by myself. I will start with the memorable one for me : Oliver Twist. I recall I red this novel in my primary school library (the translation version), and have made me wonder about London Bridge. Later, I'm a big fan of Sherlock Holmes and Agatha Christie novels, not to mention the popular Harry Potter series. Anyway, lets not talk too much about my story, and go to the point: How to apply a visa to the UK from the Netherlands. There are several things you need to consider before you apply a visa: The normal time for processing the visa is about 3 wee...

Hello Wageningen # Barang yang perlu dibawa saat datang ke Belanda

Bagi yang mau belajar di luar negeri mungkin akan merasa bingung tentang barang apa saja yang perlu dibawa. Nah, ini adalah pendapat saya tentang barang yang perlu dibawa dan atau tidak perlu dibawa saat berangkat studi ke luar negeri. 1. Mari kita mulai dengan dokumen2 yang diperlukan. Pastikan telah lengkap dan jangan sampai ada yang ketinggalan 2. Kopor (ya iyalah ;p). Saran saya, bawalah kopor yang kuat, model apa saja asal kuat (saya pribadi prefer yang hardcase). Mungkin kita akan merasa sayang membelanjakan uang untuk kopor yang berkualitas, padahal hanya akan kita gunakan sedikit kali (mungkin hanya 2 x). Akan tetapi ingat, kita akan bepergian ke bagian lain dunia. Jika ada kerusakan sedikit saja pada kopor kita (misal: roda macet), akan membuat kita sangat kerepotan. Ditambah lagi, disini sangat susah menemukan porter yang bersedia membantu kita hanya dengan 30rb perak. 3. Bagaimana dengan makanan? Bawa saja, tapi nggak perlu berlebihan PENTING!! mungkin anda perlu m...

Hello Wageningen # Adaptasi dan modifikasi makanan lokal

Note: yang saya maksud dengan makanan lokal adalah makanan yang mudah di temui di supermarket ataupun pasar setempat Saya selalu berada di urutan depan yang menyetujui bahwa mengkonsumsi makanan lokal, somehow, merupakan tindakan yang sangat bijak, plus tentunya bernilai ekonomis alias lebih murah yang pada akhirnya akan mengurangi kecepatan menipisnya kantong kita hehe.. well, walaupun tidak selamanya produk lokal selalu lebih murah sih... Saya punya argumen untuk opini saya diatas: kenapa bijak?  - pertama: karena dengan mengkonsumsi makanan lokal berarti kita turut peduli lingkungan. Kok bisa? Iya dong, dari sektor transportasi saja misalnya, produk lokal memerlukan jarak pengiriman yang relatif pendek yang berarti juga menghabiskan lebih sedikit fuel. Bandingkan dengan bahan bakar yang dibutuhkan oleh produk yang harus di datangkan dari tempat dengan jarak ratusan km. - kedua: makanan lokal dijamin lebih fresh, karena memerlukan waktu lebih pendek dalam hal durasi penyim...

"Culture shock" yang bikin senyum simpul

Gara-gara perbincangan dengan teman-teman di Jakarta tentang kloset yang mampet, saya jadi ingat beberapa hal kecil -yang bisa dianggap tidak penting- yang dilakukan dengan cara yang berbeda antara di Indonesia dan di negeri Raja Willem-Alexander ini. Ini bukan benat-benar culture shock yang susah diterima sih, paling-paling hanya memerlukan kernyitan di dahi, bahkan bisa menghasilkan senyum simpul atau kalo enggak minimal menghasilkan kata :"oooooo" dalam hati ;) 1. Saat masuk ke toilet di Tanah Air, anda akan menemui tulisan dengan huruf Bold Capital bertuliskan "DILARANG MEMBUANG TISU KE DALAM KLOSET' iya kan? Anehnya, di negeri kincir angin ini, setelah digunakan tisu akan dibuang ke dalam kloset untuk kemudian disiram. Teman saya bahkan punya pengalaman saat dia datang pertama kali ke Belanda berombongan dalam rangka menghadiri sebuah seminar di sebuah Universitas, mereka sempat di protes oleh petugas kebersihan. Alasannya, tempat sampah di toilet me...

Demokrasi oh demokrasi

Akhir-akhir ini semua media dan orang Indonesia yang saya temui ramai membicarakan keputusan Legislatif tentang perubahan pemilihan kepala daerah dari pemilihan langsung menjadi tidak langsung. Mayoritas, well, bisa dibilang hampir semua tidak setuju dengan keputusan ini. Mayoritas, lagi-lagi, hampir semua berargumen: 1. ini pembunuhan demokrasi namanya 2. demokrasi di Indonesia selangkah lebih mundur 3. ini menghidupkan orde baru lagi namanya 4. ini pasti gara-gara barisan yang sakit hati yang kalah pilpres Pendapat massive dan lebih ramai lagi beredar di dunia maya (baca: facebook dan twitter). Yang paling populer adalah penggalangan komunitas untuk membully presiden sendiri gara-gara partai sang presiden 'walkout' saat pengambilan keputusan yang mengakibatkan partai koalisi pendukung pemilihan kepala daerah tidak langsung MENANG. Saya sendiri awalnya tidak terlalu peduli dengan hal ini, tapi lama-lama saya jadi terpengaruh dan ikut kepikiran juga hehe... Saya bukanny...

Hello Wageningen #3# Sistem Belajar # Master

Di Indonesia, kita mengenal sistem belajar per semester. Ada lagi kalau dulu pas masa sekolah, sistem catur wulan :). Di Wageningen ini kita akan dikenalkan dengan sistem belajar per periode. Kalau kita terbiasa dengan sistem penilaian kuliah dalam bentuk SKS (sistem kebut semalam ;p), di Wageningen menggunakan ECTS (European Credir Transfer System). Berikut ini catatan saya tentang perbedaan sistem perkuliahan tersebut:   Suatu kampus di Indonesia J Universitas Wageningen Lama Belajar 2 tahun 2 tahun Sistem penilaian SKS 1 mata kuliah bernilai 2 sampai 3 sks ECTS 1 mata kuliah rata-rata bernilai 6 ects Sistem belajar 1 tahun dibagi 2 semester. Beban sks akan tergantung dengan IPK yang diraih pada semester sebelumnya. Jumlah sks yang bisa diambil pada semester berikutnya berbanding lurus dengan nilai IPK semester sebelumnya. 1 tahun d...